,

 
      jQuery(function($){
        $("#ticker").tweet({
          username: "nurhidayatsardi",
          page: 1,
          avatar_size: 45,
          count: 20,
          loading_text: "tunggu ! twitter sedang loading ..."
        }).bind("loaded", function() {
          var ul = $(this).find(".tweet_list");
          var ticker = function() {
            setTimeout(function() {
              ul.find('li:first').animate( {marginTop: '-4em'}, 500, function() {
                $(this).detach().appendTo(ul).removeAttr('style');
              });
              ticker();
            }, 7000);
          };
          ticker();
        });
      });
    

NHS: Terkadang Kami Cukup Mendengarkan Saja

Jakarta, - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjadi luapan kekecewaan peserta Pemilu. DKPP sebagai kanalisasi, ketika penyelenggara Pemilu dianggap tidak beres.  Anggota DKPP, Nur Hidayat Sardini mengatakan bahwa jumlah pengaduan yang masuk ke lembaganya banyak. Selama DKPP berdiri ada 2.236 perkara. Dari jumlah tersebut tidak semua perkara yang diadukan masuk sidang pemeriksaan. Ada 1.524 perkara yang ditolak karena tidak memenuhi unsur (syarat). Banyaknya pengaduan, karena kekecewaan peserta Pemilu.    “Jumlah perkara yang disidangkan hanya 712 perkara. Dalam sidang, ada Pengadu yang sekedar ingin meluapkan kekecewaannya terhadap penyelenggara Pemilu. Mereka sudah merasa puas ketika kekecewaannya tertumpahkan dalam sidang.  Terkadang kita cukup mendengarkan saja. DKPP hanya sebagai kanalisasi saja,” katanya dalam acara rapat terbatas (Ratas) Pemantapan Sistem Pemilukada yang Efektif dan Efisien dalam Rangka Penyelenggara Pemerintahan yang Demokratis, Rabu (6/4/2016).   Dari ...

  Selengkapnya